Hari itu, pukul 8
Sweater abu-abu,
tempat pensil coklat, seperti milikku
duduk diam, menunggu mulai
Tak ada sapaan, percakapan yang tiba-tiba
Ada yang beda, entah
Awal mula biasa, sepatah kata tergugah
Terkejut, ya, siapa sangka ?
Awalnya asing, polos, lalu mencair
Berkat alat tulis
Dan saya tahu
Tujuan yang sama,hasrat yang sama, pencapaian yang sama
Akhirnya, merasa dekat
10 hari kemudian
Masih sama di mata, membisu di depan
Terkadang konyol, absurd, tidak tertebak
Dan janjipun diucap
“Harus dapat” itu katanya
Hari ini…
Puluhan hari setelah hari itu
Suaranya, gerak-geriknya, kepolosannya, kejutannya
Terngiang, tak bisa lepas
Masih sama, tak berubah

Comments
Post a Comment